Lampaui Prediksi, Budi Daya Padi PM-AAS Cetak Provitas 13,8 Ton per Hektar di Lembursitu Sukabumi
Sukabumi, 14 Oktober 2026 – Penerapan teknologi dan inovasi di sektor pertanian kembali membuahkan hasil manis. Program budi daya padi menggunakan metode PM-AAS berhasil mendongkrak produktivitas panen secara signifikan hingga mencapai 13,8 ton per hektar di Desa Lembursitu, Kota Sukabumi, Rabu (14/10/2026). Angka ini tercatat jauh melampaui prediksi awal para petani setempat.
Acara panen raya ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama Kepala BRMP Sistem, Kepala BRMP Tanaman Pangan, serta jajaran stakeholder terkait di lingkungan Pemkot Sukabumi dan Kementerian Pertanian.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian atas keberhasilan uji coba metode ini di wilayahnya.
“Hasil panen mencapai 13,8 ton per hektar ini benar-benar di luar ekspektasi kita bersama. Ini menjadi bukti bahwa dengan teknologi tepat guna dan pendampingan yang fokus dari BRMP Kementan, ketahanan pangan daerah bisa kita tingkatkan secara drastis,” ujar Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam sambutannya.
Kepala BRMP yang diwakili oleh Kepala BRMP Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menyampaikan bahwa hasil kajian di 15 provinsi dengan luasan mencapai 2.000 hektare menunjukkan produktivitas rata-rata di atas 10 ton, dengan capaian tertinggi di Sukabumi. Sejumlah varietas, seperti Inpari 43 dan Inpari 32 serta varietas berkarakter Green Super Rice, juga menunjukkan potensi hasil yang baik, termasuk toleransi terhadap kondisi kering dan kualitas nasi yang pulen.
Kepala BRMP Sistem, Dr. Muhammad Thamrin, menjelaskan bahwa pendampingan di lahan seluas 1 hektar ini difokuskan pada optimalisasi nutrisi dan tata kelola air serta tanah berbasis efisiensi metode PM-AAS. Keberhasilan di Desa Lembursitu ini diharapkan dapat menjadi rujukan (role model) bagi para petani lain di wilayah Kota Sukabumi dan sekitarnya untuk menduplikasi metode serupa pada musim tanam berikutnya.
Dengan hasil yang sangat memuaskan ini, Pemerintah Kota Sukabumi bersama BRMP Kementan berkomitmen untuk terus memperluas areal penerapan metode PM-AAS guna mendukung kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.